Jumat, 25 Maret 2016

Teladan saat marah, yuk berbuat baik, yu berdakwah, dakwah islam, media dakwah, hikmah berbuat baik

teladan saat marah, yuk berbuat baik, yu berdakwak, dakwah islam,

 السلا م عليكم و ر حمة ا للة و بر كتة Afwan dan Akhwat

Dalam riwayat abu hurairah misalnya, nabi mengatakan "orrang yang kuat dalam bergulat, namun merka yang bisa mengendalikan diriya ketika marah" (HR. Malik).

dalam riwayat abu said al-kudri Rasullullah bersabda "sebaik-baik orang adalah yang tidak mudah marah dan cepat meridhoi, sedangkan sifat seburuk-buruk orang adalah yang cepat marah dan meridhoi."(HR Ahmad).
marah adalah hal alami yang bisa jadi dilakkukan oleh setiap orang bahkan Rasulullah Shallallahu'alaihi Wassalam (SAW) juga pernah marah. lalu saat apa rasullullah marah?

marah nabi disebabkan oleh sesuatau yang bermuara pada satu penyebab, yaitu yang berhubungan dengan kepentingan agama, bukankepentingan pribadinya, nabi perlu marah untauk memberikan penekanan bahwa hal tertentu tidak boleh dilakukan oleh umatnya. sebagai guru seluruh manusia dan pemberi petunjuk kejalan yang lurus, nabi perlu marah agar mereka menjauhi segala perbuatanyang tidak elok. oleh karena itu Rasulullah Shallallahu'alaihi Wassalam (SAW) marah saat  mendengar laporan bahwa  dalam medan peperangan, Usamah Bin Zaid membunuh orang yang sudah mengatakan la illaha illallah (tiada tuhan selain allah)

sedangkan Usamah membunuhnya karena menyangka orang itu melafalkan kalam tauhid hanya untuk menyelamatkan diri. nabi menyalahkan Usamah dan berkali-kali mengatakan " apakah engkau membunuhnya setelah mengatakan la illaha illallah? (HR.al-bukhari)

dilani waktu nabi melihat seorang lelaki memakai cincin emas. melihat pelanggaran agama itu Rasulullah Shallallahu'alaihi Wassalam (SAW) marah, ia lantas mencabut cincint lelaki itu dan melemparkannya ketanah. "salah seorang diantara kaliandengan sengaja menceburkan diri kejilatan api dengan menggunakannya (cincin emas, penj) ditangannya." Sabda nabi (HR Muslim)

pada kejadian lain dipasar madinah, terjadi perslisihan antara seorang sahabat nabi dengan pedagang yahudi. perselisihan iti sampai membuat si yahudi bersumpah "demi zat yang telah memilih musa diantara manusia lainnya. "ungkpan sumpah ini membuat sahabat nabi muhammad itu marah. ia menampar si yahudi. "kamu mengatakan 'demi zat yang telah memilih musa diantara manusia lainnya', sedang ada nabi Rasulullah Shallallahu'alaihi Wassalam (SAW) ditengah-tengah kita?" ujarnya.
orang yahudi tersebut tidak terima dengan perlakuan sahabat nabi. ia pun bergegas datang menemui nabi muhammad untuk melaporkan kejadian itu, mendengar laporan itu, nabi muhammad marah dan mengatakan, "janganlah kalian saling mengunggulkan nabi  yang satu dengan yang lainnya."(HR Bukhari dan Muslim)

tidak hannya saat perintah Allah dilanggar, nabi juga marah jika umatanya tidak segera melakukan kebaikan dan menagguhkan sesuatu yang seharunya diutamakan. hal itu sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Jarir Bin Abdullah yang mengisahkan, "Rasulullah Shallallahu'alaihi Wassalam (SAW) berkhutbah dan mendorong kami untuk brshodaqoh, namun orang-orang lamban sekali dalam melaksanakan dorongan itu, hingga terlihat raut kemarahan diwajah nabi."

bila harus marah pada seseorang, nabi tidak langsung menegurnya didepan umum, nabi tidak ingin menjatuhkan harga diri orang bersalah itu. oleh karenanya ketika ia melihat seseorang mengarahkan pandangannya keatas dalam sholat dan hal itu dilarang. nabi menegur perbuatan itu dengan bahasa yang umum. nabi tidak menyebutkan nama orang yang melakukan hal itu, untuk menjaga perasaanya. namun nabi berkhutbah didepan para sahabatnya kemudian menyamapaikan " apa yang menyebabkan segolongsn orang mengangkat pandangannya kelangit  dalam sholatnya?" (HR Bukhari)
saat marah, nabi juga tak bermain tangan atau mnyakiti fisik. dalam kesaksian sang istri tercinta Aisyah , nabi tak sekalipun memukul wanita atau pembantu. bahkan, ia tak memukul  apapun, kecuali jika sedang berjihad.(HR.Muslim)

Aisyah menambahkan, nabi tak pernah membalas dendam pada hal  yang ditunjukan pada dirinya. benang merah yang dapat diambil kesimpulan bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wassalam (SAW) itu bergaul dengan akal , bukan hanyya dengan pengetahuan, atau bahkan perasaan belaka namun dengan antara perasaaan , pemahaman, dan akal


terimakasih kepada temen-temen yang sudah membaca artikel ana kali ini, mudah-mudah tidak ada bosan-bosannya dalam menuju kebakan, dan masih banyak lagi artikel yang akan ana share pedaafwan wa akhwat sekalian.

  والسلا م عليكم و ر حمة ا للة و بر كتة